11/17/06

"Jika merk Bond saja mau berubah demi jaman, masak sih kita gak?" gumam saya pada teman saya Arry Susanto setelah kita keluar dari Djakarta Theatre malam itu. Beberapa teman lain macam Aheng dan Samuel Gaol menyebut Casino Royale sebagai film Bond terbaik yang pernah mereka tonton.

"Nanti dulu!" sergah saya, bagi saya film kesekian tentang 007 ini tidak bisa dilihat dari kacamata terbaik atau bukan, tapi musti dilihat dari bagaimana studio dan produser berupaya mengakali pasar.
Casino Royale adalah awal dari segala kisah Bond, bagaimana ia mendapatkan kode 007, izin membunuh sampai pesonanya pada wanita. Sama dengan kisah Bond lainnya, film ini menggambarkan Bond yang jagoan dan tak pernah lepas dari wanita.

Bedanya......adalah, Bond yang kali ini diperankan oleh Daniel Craig tidak dikesankan playboy, penuh kharisma bagi para wanita, ugal-ugalan, tidak bersenjatakan gadget dan ini yang beda paling jelasnya.....Bond versi Craig bisa terluka dan jasnya bisa juga lecek! Bahkan rayuan genit sang jagoan pada sekretaris M menjelang pintu masuk dibuang ke keranjang sampah. Tiada lagi Moneypenny, justru sang sekretaris kini adalah seorang pria yang tentu saja tidak akan digoda oleh sang agen.

Selepas menonton
Die Another Day beberapa tahun lalu, bagi saya Bond sudah ketinggalan jaman, kisah orang gila yang ingin menguasai dunia sudah basi. Gadget-gadget keren yang dulu kita gandrungi sekarang sudah betulan ada, jadi tak usah heran jika semua film bertema jagoan dipastikan akan memakainya. "Tak lama lagi Bond akan tamat," ramal saya saat itu. Nyatanya ramalan saya "dijawab" dengan jitu oleh pihak produser dengan mengganti citra Bond menjadi lebih jantan.

Buang jauh-jauh harapan si 007 yang dikelilingi oleh wanita, lupakan sudah pesona ala Sean Connery, Roger Moore atau Pierce Brosnan. Bayangkan Anda menyaksikan jagoan ala Jason Statham di Crank atau dua seri Transporter, itulah sosok Bond masa kini. Coba membandingkan Craig dengan para pendahulunya sama saja membandingkan John Mc Clane-nya Die Hard dengan para Bond terdahulu. Bagi saya, Bond masa kini lebih relevan, pas buat generasi masa kini.

Sah saja jika Anda kecewa pada Bond terbaru ini. Craig terlihat culun, sok cool, terlalu kekar dan mirip petinju. Anda tidak sendirian, jutaan penggemar Bond di seluruh dunia bahkan sudah bertekad untuk memboikot film ini di peredarannya. Tapi satu hal yang harus Anda ingat, jika Anda menyaksikan Moonraker, DR No atau film-film lainnya di masa silam, pertanyaan saya "Masih terpukaukah Anda pada teknologi dan gadget di film-film tersebut?" saya tidak. Tapi saya yakin, bahkan 15 tahun dari sekarang, Casino Royale masih akan enak untuk dinikmati, karena i
a tidak bersandar pada teknologi, tapi pada kekerasan.

Lalu jika Anda juga membandingkan Craig dengan George Lazenby atau Timothy Dalton
yang gagal karena dianggap terlalu sangar. Lupakan juga, karena dua pendahulu itu tidak bermain sesuai dengan karakter keras mereka. Potongan keras kok mau jadi playboy, mending Craig....potongan petinju ya jadilah Bond yang ugal-ugalan dan doyan membunuh.




1 komentar:

Anonymous said...

Nuhun nya... geus mencantumkeun ngaran urang di ulasan Casino Royale.... tapi lamun maneh berharap kehidupan aing jiga James bond.... yah.... kurang lebih masih jauh.......