7/9/08


"Ini adalah pesta kita semua," ujar Luis Aragones. Betul! Kemenangan sepakbola Spanyol terhadap Eropa adalah kemenangan bangsa itu sendiri, setelah sekian tahun terus menerus berhenti pada status favorit, di 2008 ini la furia roja membuktikan bahwa persoalan etnis bukanlah isu dalam tim mereka.

Spanyol adalah tim yang terdiri dari berbagai etnis, walau tidak sebanyak dan seberagam Indonesia, mereka hidup di nuansa multi etnis yang sangat kental. Perbedaan yang kental ini pulalah yang terus membuat sentimen antar etnis terasa kental di negeri tersebut, mulai dari Basque yang terus ingin memisahkan diri sampai para Catalan atau Andalusia yang merasa bahwa mereka adalah bagian penting dari negeri itu.

Dengan tegas mereka menjawab, bahwa kegagalan demi kegagalan yang mereka alami di kurun waktu panjang masa penantian itu hanyalah urusan kualitas dan teknis, bukan masalah perpecahan antar etnis yang terus dihembuskan banyak orang. Kini mereka berpesta, pesta besar yang mampu melupakan banyak hal....salah satunya adalah kenyataan bahwa negeri itu bukanlah kekuatan ekonomi utama di Eropa dan bahkan dunia. Pesta yang sanggup menyatukan bangsa itu dan membuat mereka percaya bahwa mereka adalah juga bagian dari masyarakat dunia yang terus bergerak.

Sementara saya? Saya cuma bisa bangga bahwa di Indonesia setidaknya hampir semua warga bisa berbahasa Indonesia. Jadi bagian dari masyarakat dunia? Anda saja sebaiknya yang menjawabnya.

0 komentar: