8/26/08




"Sepakbola menyerang sudah mati!" ujar banyak pengamat. Alasannya sangat sederhana, penggunaan 1 striker di banyak tim seolah membuat agresivitas menjadi tidak lagi setinggi masa-masa saat Brasil menjuarai kejuaraan berturut-turut dengan 4 penyerang sekaligus. Lihat bagaimana kebanyakan tim yang bermain di kejuaraan Eropa lalu umumnya menggunakan 1 striker, bahkan Inggris si penemu 4-4-2 sudah mulai memainkan pola 1 penyerang dengan Wayne Rooney sebagai target penyelesai serangan.

Saya hidup di era modern dan percaya bahwa segala sesuatunya butuh evolusi bahkan revolusi. Karena saya percaya sepakbola dan produksi film memiliki banyak kesamaan, maka Romeo * Juliet (ini judul resmi kami, sesuai permintaan associate producer "Lebih catchy," katanya) akan memainkan pola 4-2-3-1. Berikut garis besarnya............

Aira Sondang yang bermain menjadi Heru adalah karakter unik dalam film ini, ia bukan sentral namun memiliki sesuatu yang khas dan berpotensi membuat orang menunggu "Apalagi yang akan ia lakukan?" Bagi saya ia adalah Kiper bagi tim ini. Bek Kanan dan Kiri bagi saya adalah sosok yang harus sanggup bekerja diantara lini belakang dan tengah, ia harus kuat dan tangguh bertahan sekaligus menyerang, di posisi ini secara berurutan saya pilih Oded yang akan menjadi Dion dan Adi yang akan menjadi Usep.

Posisi Bek Tengah kembar akan saya berikan pada Bapuk yang akan memainkan dirinya sendiri dan Aditama yang akan menjadi Luca. Keduanya saya harapkan mampu menampilkan keaslian karakter yang saya inginkan dan mencegah kekeroposan karakter di seluruh durasi film. 2 Gelandang Bertahan akan saya percayakan pada Alex Komang yang akan berperan sebagai Parman dan Nani Wijaya yang siap menjadi Ibu Desi. Keduanya adalah aktor dan aktris penuh karakter dan pengalaman, kematangan mereka saya harapkan mampu menjaga keseimbangan akting para pemain sekaligus menjadi sentra tumpuan permainan.

Lalu saya akan memilih 3 Gelandang Serang sekaligus pada 3 tenaga muda potensial, Raymon Yusuf Tungka si Agus, Norman si Debul dan tentu saja Sissy Prescilia si Desi akan menopang serangan sehingga daya dobrak tim saya menjadi jauh lebih kuat. Ketiga orang ini adalah penopang Striker Tunggal Edo Borne si Rangga yang bertugas menyelesaikan segala serangan sekaligus menuntaskannya menjadi kemenangan.

Memilih Edo sendirian di depan boleh dibilang sebagai sebuah perjudian, tapi percayalah.....dialah satu-satunya pemain yang punya cukup waktu untuk mendalami perannya sendiri........

Saat Anda membaca tulisan ini, bisa jadi kami sedang turun ke lapangan karena produksi sudah dimulai. Saya akan memimpin tim dengan provokasi ala Jose Mourinho, kasar ala Luis Aragones dan analitis seperti Arsene Wenger, karena saya percaya......hidup tidak pernah lebih besar dari Sepakbola.

Doakan kami, kami masuk lapangan sekarang.

5 komentar:

Anonymous said...

ayo Andi.....ayo Andi.... PANTANG MUNDUR...PANTANG MUNDUR.....ayo Andi....ayo Andi......PANTANG MUNDUR...PANTANG MUNDUR.......

Anonymous said...

lihat line up... langsung mo mesen tiket nonton. dah bisa dipesen? ^^

Anonymous said...

bisa! malah ada yg udah mesen 1000 tiket bioskop loh. padahal dia bukan orang Jakarta, bukan orang Malang, bukan orang Bandung dan bukan suporter sepak bola :-)

(associate producer)

arista budiyono said...

ati ati cup dengan konspirasi wasit........ hehhehehehehe tapi intinya let's kick of racisme .... halah nggak nyambung ya... lagi main CM soalnya.....

bobotoh said...

Yang cukup menarik malah di sektor tribun penonton.

Otak kolaborasi antara murinho, wenger dan aragones kyknya bisa menangin kejuaraan lokal aja mah... Iya?

Perhatiin juga yg ada di bench pemain cadangan bung... sapa tau ada potensi, atau sekedar pergantian posisi?