2/16/08



"Bagus kalau masih ada yang mau kasih kritik, artinya masih ada yang sayang sama kita," gitu katanya. Kata siapa? Kata saya hehehe....beneran, saya begitu gandrung dikasih masukan, makanya begitu melihat salah satu posting saya di blog ini dikasi komentar begitu banyak, rasanya seperti baru saja berhasil mencetak gol ke gawang Edwin Van Der Saar.

Bung Bonek mungkin benar bahwa karena saya tidak duduk di kuris ketua PSSI makanya saya bisa semena-mena mencaci PSSI dan segenap urusannya. Bisa jadi dia juga benar bahwa The Conductors memang bukan karya yang baik, bisa juga bahwa The Conductors karya yang baik tapi tidak bisa diterima secara luas.

Ini sama dengan respon saya pada sebuah wawancara yang dilakukan pertelepon oleh sebuah media top di Malang. Tanya mereka "Apa harapan Anda pada saat pemutaran film Anda di Malang," Jawaban yang saya beri sangat sederhana (apalagi saya bukan model manusia yang suka basa basi) "Sebenarnya harapan saya sama saja dimanapun film ini diputar, saya ingin masyarakat bisa menerimanya, memberi respon positif, dilihat banyak orang dan membicarakannnya di berbagai medium atau wacana diskusi," begitu saja? Sebentar "...tapi karena di film ini ada porsi Malang dan seorang tokohnya, tentu saja saya jadi deg-degan, kadang saya merasa tanggal 25 Februari 2008 di Dieng nanti, saya kok bisa merasa seperti Persebaya yang akan main di Kanjuruhan,"

Saya serius lho, walau saya menyaksikan dan merasakan sendiri betapa hangatnya orang Malang. Sambutannya yang hangat dan luar biasa itu sempat membuat saya gak enak hati dan jadi tambah deg-degan nantinya.

Hari ini hari
Sabtu 16 Februari 2008, dan tadi The Conductors baru saja diputar secara umum untuk kalangan pembaca beberapa media partner. Saya coba menanyakan apa pendapat mereka dan sejauh ini selalu sesuatu yang positif. Tentu saja saya tidak begitu saja percaya, agak basa-basi bisa saja, ukurannya tadi pagi mungkin adalah minat beberapa orang yang berminat dan mengajak saya untuk berfoto bersama. Membesarkan hati? iya juga, saya jadi yakin sekali kalau inilah respon positif dari mereka. Karena kalau saya jadi mereka dan baru saja nonton film jelek, saya jamin saya malas berfoto bersama filmmakernya.

6 komentar:

Anonymous said...

SALAM SATU JIWA!!! A.R.E.M.A!!!...

Sam..ayas hanya aremania akar rumput yg nyoba beropini....
ayas terima kasih telah membuat film ttg kami mskiun msh ada 2 bagian lain dlm film, kami bangga....kmi bangga bahwa kami msh dipercaya utk mlakukan hal yg besar dlm dunia sepakbola kita...terma kasih sam fusuy...
ayas jg minta maaf atas ap yg terjadi di Iridek kemaren...km sadar itu mencoreng nama baik kami..tp dr dulu kami berprinsip "harga diri lebih berharga drpd PENGHARGAAN"...persis spt yg dilakukan mya fav "zizou" d final WC 2006...dia merasa kluarganay dicaci oleh materazzi, dia tidak peduli akan gelar pemain terbaik yg mungkin disandangnya...yg dia pedulikan adl harga diri keluarga diatas sgala-galanya....
sam,,kami minta maaf...kami slalu diinjak2 oleh pssi-bangsat!...kami g bs terus diam.....

terima kasih sam yow.....

ayas iNdRa chikung_ok@yahoo.co.id

Andibachtiar Yusuf said...

soal kediri gak masalah kok, moga2 The Conductors bisa jadi sesuatu buat siapapun yang melihatnya....
sampai ketemu di malang 25 feb, kalau umak di jakarta, sampai ktemu rabu 20 feb besok di blitz grand indonesia

Anonymous said...

Filmakernya aj deg2-an apalagi ayas...tapi deg2-an nya beda..gak sabar pengen cepet2 liat filmnya...!!!

Sam Fusuy thx atas film ini....!!!
Film ini adalah bag. dari sejarah AREMANIA dan sam Fusuy berada di dalamnya...

THX

SALAM SATU JIWA AREMA..!!!
AREMANIA "Damai Boleh Ribut Boleh"

Golden_boY : yongki_ad@yahoo.co.id

Anonymous said...

waaaa... musti nonton nih...

ya... lumayan buat ngobatin... (nggak bisa nonton langsung 3 tahun)HIKS..

bang kapan ngajak aku maen film lagi.. peran figuran kek, peran pembantu kek, hehehe...

reaches me on:
YM ID: fajarmono@yahoo.com.sg
www.friendster.com/fajarmono
www.fajarmono.wordpress.com
www.flickr.com/photos/fajarmono

Anonymous said...

heheheh,,,,
kok masih ngomongin bonek sih mas??
beda kasta bang!
heheheh...
sukses bang!!!
jangan lupa pesenan ku!
heheh...


-adhib_irish-

arista budiyono said...

sedikit preview ya. wong aku yo rodhok rodhok lali.
bagian pertama langsung di isi dengan. arema singo edan, arema jadi juara juara liga indonesia persebaya cuk dibunuh saja. sedikit ada kesan "nakal" darii fusuy, walaupun sesudah nonton aku confrim ku fusuy dia bilang gak juga. itu bukan kesengajaan. tapi memang keadaannya kaya gitu. kalau yang main persija pun pasti ada persija cuk dibunuh saja. begitu kata fusuy. gw gak bakal mengisahkan tentang pak dibyo ataupun adie MS, karena memang yang berkesan adalah yuli dan aremania. kowe ker. sing berkesan. setelah itu ada obrolan singkat dengan yuli dari awal mula dan mau sampai kapan begini, yuli juga bercerita dapet duit dari jualan aqua galon dan pelihara burung. soal aqua ada bagian yang seru, ketika adhi MS bawa tas koper dengan ditarik dari bandara ke mobil, yuli juga sedang menarik aqua di troli. salut buat fusuy, pengambilan gambarnya juga bagus. serasa gw ada di stamford bridge. trus kiprah yuli ketika mendukung timnas, juber2 di kereta sampe bendera panjang di dalam kereta. kemudian yang bikin seru ketika yuli mengeluarkan uang dan bernyanyi. area bondo duit, arema bondho duit, kalau bonek bondo nekad. dan seluruh aremania mengeluarkan duit juga. bagus banget tuh. tapi bagian yang paling berkesan ketika indonesia raya dinyanyikan secara bersamaan oleh ketiganya, adhi dengan orchestranya, dibyo dengan paduan suara UInya, dan arema nia ketika piala ASIA, sumpah tuh bikin mrinding banget. dan ktika ditanya fusuy bagian mana yang bikin aku berkesan. aku jawab ketika indonesia raya dinyanyikan! demikian ker ulasan singkatnya. POkok e Ojo lali nonton ker. uapiiiiiiiiiik nanet. salam dari pasoepati.