"Australia is down under!" begitu yang biasa kita dengar...dimanapun. Terutama di Eropa, Australia dianggap sebagai masyarakat bule yang jauh dari induknya. Tapi tadi saya melihat bahwa "Australia is an epic," setidaknya itulah yang terlihat dari apa yang dibuat oleh Baz Luhrmann lewat karya keempatnya ini.
Saya mengikuti Baz sejak Romeo+Juliet dan cukup terkesan olehnya, semakin terkesan saat dengan gayanya yang khas ia menciptakan epic cinta Moulin Rouge. Baz mempertontonkan parade visual yang sangat luar biasa, sesuatu yang sangat sulit ditandingi oleh sineas manapun di negeri kita. Lewat Australia, Baz seolah ingin bercerita tentang negeri asalnya dan berkata pada dunia "Bagaimana negeri itu terbentuk," Persis seperti yang sering kita lihat lewat film-film sineas Amerika, baik itu Martin Scorcese lewat Kings of New York, Kevin Costner lewat Dances With Wolves dan ratusan judul lainnya, Baz kali ini berkata bahwa "Australia adalah sebuah entitas," dan entitas ataupun identitas itu memang tidak lahir begitu saja.
Dengan cerdas ia bisa bercerita bagaimana para kulit putih itu ketakutan terhadap serangan Jepang dengan cara yang sangat lugas. Lihat juga bagaimana minornya etnis Eropa Timur di Australia saat itu--karena mereka memang belum banyak yang datang--atau bagaimana beragamnya kota Darwin dan kosongnya bagian tengah negeri berbentuk benua itu lewat gambar-gambarnya yang luar biasa.
Didukung pasangan maut Hugh Jackman dan Nicole Kidman yang memang asli benua Kanguru, Baz mempertontonkan pula beberapa metafor yang sepertinya memang ditujukan untuk menggambarkan kekhasan masyarakat Aborigin. Film ini bagi saya memang bukan yang terbaik dari seorang sineas jagoan asal Australia, saya malah mungkin lebih menyukai Strictly Ballroom yang low budget itu. Tapi sebagai sebuah pernyataan bagaimana Australia menjadi suatu bangsa, saya rasa upaya Baz layak untuk diacungi jempol.
Lalu kemudian saya membayangkan sebuah film dengan judul Indonesia, dengan kisah yang sangat sederhana......siapakah bangsa Indonesia itu? Etnis apa sajakah mereka atau....bagaimana kita bisa jadi seperti ini. Siapa filmmaker yang cukup punya nyali untuk mengerjakannya, atau produser mana yang cukup ambisius untuk menggarap proyek ini setelah Bumi Manusia tampaknya kandas. Ataukah harus Andibachtiar Yusuf saja yang mengerjakannya? hehehehhe....

3 komentar:
ayo bikin, bang. nanti saya tonton deh :D
saya juga deh......siap menonton....
==================================
6 abad silam garuda adalah burung yang menguasai angkasa raya, dari thailad sampai madagaskar, australia juga. tapi entah kenapa 3 abad kemudian garuda itu memilih masuk sangkar dan hanya pasrah kepada pemberian makan "tuan"nya hingga beranak pinak di dalam kandang.. hingga cicit garuda itu tidak sadar kalau dia keturunan garuda. dan tidak tahu bagaimana cara terbang..
kita ini adalah cicit garuda itu... kita terkungkung dalam penjara kejumudan, bertengkar untuk hal yang remeh, marah jika orang tidak sependapat dengan kita.
Ayo cup bangkitkan cicit cicit garuda garuda itu supaya mereka sadar kalau kita ini adalah garuda.........
Asal jangan terlalu terinspirasi film ini.
Malu deh gua...
Post a Comment